Pak AR guru Fisika

July 19, 2007

Istiwa A’dham 2007

Filed under: Uncategorized - Administrator @ 12:18 pm

Istiwa A’dham 2007 terjadi dua kali yakni 28 Mei 2007 dan 16 Juli 2007. Pada ke-2 tgl ini posisi matahari tepat berada di atas koordinat Ka’bah di Mekkah. Sekali lagi moment ini paling mudah dan tepat untuk menentukan arah kiblat beberapa lokasi yang masih melihat matahari saat SolarNoon di Mekkah.

Mengulang hasil obeservasi dan singkronisasi arah kiblat masjid PPMI Assalaam pada 28 Mei 2007, maka pada Senin 16 Juli 2007 saya memanfaatkan moment langka ini untuk mengulang; apakah hasil karya anak-anak CASA pada moment awal benar2 telah akurat atau kurang.

Berdasar data yang langsung saya lihat dan praktikkan di lapangan tepat di lokasi anak2 CASA mengambilnya pada 28 Mei 2007, ternyata hasilnya sama persis. Dari hasil ini saya berkeyakinan penuh, bahwa arah kiblat yang didapat anak2 CASA awal adalah benar dan akurat.

Dengan hasil saya ini, maka arah kiblat masjid PPMI Assalaam secara resmi saya katakan lewat blog ini kurang ke utara 20deg. Berikutnya, adalah wewenang Dewan Kyai untuk menentukan; apakah akan dibuat garis baru arah kiblat atau sekedar informasi resmi ke warga PPMI Assalaam.

Berikut berita dalam bentuk gambar yang sempat saya abadikan:

Dari gambar di atas, arah kiblat masjid akan tepat bila bayangan tiang paling depan akan menutupi tiang di sebelah belakangnya, begitu dan seterusnya. Dari gambar di atas, ternyata bayangan tiang masih terlihat berada di sampingnya cukup jauh. Ini artinya arah kiblat masjid belum pas atau tepat. Dan ini sesuai hasil pengukuran yang dilakukan anak2 CASA 28 Mei 2007 dan yang saya buktikan kembali pada 16 Juli 2007.

Sebagai gambaran lebih detail, berikut saya ambilkan gambar langsung di salah satu lantai di dalam masjid PPMI Assalaam:

Gambar ini saya ambil dari atas dan posisi saya menghadap ke timur. Jadibagian atas dari gambar ini adalah sisi timur. Garis merah spidol adalah bayangan matahari yg mengarah ke kiblat sesuai istiwa a’dham 16 Juli 2007, sementara garis kotak lantai (tegel marmer) adalah arah kiblat masjid yang berlaku selama ini.

July 17, 2007

Hari² Arah Kiblat

Filed under: Coretan Ilmu - Administrator @ 7:10 am

Selama sekitar 7 hari berturut kita dimungkinkan dapat menentukan arah kiblat dengan mudah. Ke-7 hari itu adalah tgl 13, 14, 15, 16, 17, 18, dan 19 Juli 2007. Di tgl 13 Juli, sebagian piringan bagian selatan dari matahari telah mulai menyentuh dan akan tepat di atas titik koordinat Ka’bah pada tgl 16 Juli lalu semakin bergeser dan pada tgl 19 Juli piringan utara.

Sebagaimana Pak Ma’rufin tulis, Matahari adalah bulatan bercahaya dengan appartentmean diameter 0,5 derajat dilihat dari Bumi, sehingga ketidakpastian sebesar (0,5/2) = 0,25 derajat dari titik zenith Ka’bah masih bisa diterima secara praktis. Maka pada tanggal 15,16, dan 17 Juli 2007 ini Matahari memang menempati zenith Ka’bah saat kulminasinya di Makkah, sehingga pada tanggal2 itulah waktu yang tepat untuk menentukan arah kiblat dengan akurasi tinggi.

Namun dalam rentang tanggal 13 - 19 Juli juga masih bisa diterima, mengingat tingkat kesalahannya tidak terlalu besar (tidak sampai melebih 0,5 derajat). Melalui Planetarium StarryNight Pro 5.8.3, saya berusaha melihat ke titik zenit saat matahari tepat di atas titik zenit Ka’bah (solarnoon) pada tanggal2 tersebut. Tanggal 13 Juli 2007, bagian selatan piringan matahari telah mulai menyentuk Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:26:26 waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah).

Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 13 Juli 2007 jam 16:26:26 WIB (jam 4 sore lebih 26 menit 26 detik). Bayangan yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan kemiringan lebih ke arah utara dari Kiblat sebenarnya, namun sangat-sangat kecil. Berikut gambar Matahari saat tgl 13 Juli 2007: Di tgl 14 Juli 2007, bagian selatan piringan matahari semakin menyentuk Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:26:33 waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 14 Juli 2007 jam 16:26:33 WIB (jam 4 sore lebih 26 menit 33 detik). Bayangan yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan kemiringan lebih ke arah utara dari Kiblat sebenarnya, namun sangat kecil. Berikut gambar Matahari saat tgl 14 Juli 2007: Di tanggal 15 Juli 2007, bagian selatan piringan matahari semakin ke dalam mulai menyentuk Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:26:40waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 15 Juli 2007 jam 16:26:40WIB (jam 4 sore lebih 26 menit 40 detik). Bayangan yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan kemiringan lebih ke arah utara dari Kiblat sebenarnya, namun cukup kecil Berikut gambar Matahari saat tgl 15 Juli 2007: Pada tanggal 16 Juli 2007 @ 16:26:46 WIB, bagian selatan dan utara piringan matahari memasuki-menyentuk-menutupi Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:26:46 waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 16 Juli 2007 jam 16:26:46 WIB (jam 4 sore lebih 26 menit 46 detik). Bayangan yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan akurasi cukup tinggi dan bisa dijadikan patokan Kiblat yang benar. Berikut gambar Matahari saat tgl 16 Juli 2007: Kemudian tanggal 17 Juli 2007, piringan matahari mulai menjauhi/melintasi Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:26:51 waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 17 Juli 2007 @ 16:26:51 WIB (jam 4 sore lebih 26 menit 51detik). Bayangan yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan kemiringan lebih ke arah utara dari Kiblat sebenarnya, namun cukup kecil. Berikut gambar Matahari saat tgl 17 Juli 2007: Di tgl 18 Juli 2007, bagian selatan piringan matahari telah mulai meninggalkan Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:26:56 waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 18 Juli 2007 @16:26:56 WIB (jam 4 sore lebih 26 menit 56 detik). Bayangan yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan kemiringan lebih ke arah utara dari Kiblat sebenarnya, namun sangat kecil. Berikut gambar Matahari saat tgl 18 Juli 2007: Di tgl 19 Juli 2007, bagian selatan piringan matahari telah mulai menyentuk Ka’bah tepat di tengah hari atau Solar Noon pada jam 12:27:016 waktu Setempat (waktu Ka’bah-Mekkah). Kalau kita yang tinggal di bagian barat belahan waktu Indonesia, maka momen itu akan jatuh pada tgl 19 Juli 2007 jam 16:27:01 WIB (jam 4 sore lebih 27 menit 01 detik). Bayang yang terbentuk mengarah ke Kiblat dengan kemiringan lebih ke arah utara dari Kiblat sebenarnya, namun sangat² kecil. Berikut gambar Matahari saat tgl 19 Juli 2007: Moment tgl 16 Juli adalah Hari Arah Kiblat setiap tahun ditunggu dan dimanfaatkan untuk membetulkan arah Kiblat dari Masjid/mushollah yang telah berdiri. Di masyarakat tidak sedikit Masjid yang arah kiblatnya kurang dan solusinya harus merubah arah Kiblat di dalamnya mengikuti penemuan terakhir yang lebih benar. Kiblat atau juga dieja qiblat, merujuk kepada arah Ka’bah yang menjadi titik arah sembahyang bagi orang Islam. Pada mulanya, kiblat mengarah ke Baitulmaqdis atau kini Jerusalem, namun pada tahun 624 M diganti menjadi mengarah ke Ka’bah di Mekah. Kiblat merupakan perkataan Arab yang merujuk arah apabila seseorang Muslim solat. Asalnya, mengarah ke Baitulmaqdis atau kini Jerusalem (dan dengan itu dikenali sebagai Pertama dari Dua Kiblat). Pada tahun 624 M, semasa setelah hijrah Nabi Muhammad SAW di Madinah, arah Kiblat ditukar ke arah Ka’bah, dan kekal sehingga kini. Kiblat, merupakan titik rujukan di Bumi, ke arah Kaabah. Dalam amalan agama Islam, solat mesti menghadap ke arah Ka’bah. Perlu diingatkan bahwa seseorang Muslim tidak menyembah Ka’bahnya, sama seperti pengikut Kristen tidak menyembah gereja atau salib; Ka’bah hanya merupakan titik rujukan untuk sholat. Kiblat menunjukkan arah terpendek ke Ka’bah. Disebabkan Bumi hampir bulat, laluan ini membentuk bulatan besar seperti laluan kapal terbang. Lokasi Ka’bah (di 21° 25′ 24" N, 39° 49′ 24" E) bisa ditentukan secara geometri (speris) untuk menentukan arah Kiblat di mana saja di muka Bumi ini. Pada masa silam, Muslim yang mengembara menggunakan astrolob untuk menentukan arah Kiblat. Kiblat penting bukan semata-mata sebagai arah sholat, tetapi juga dalam upacara harian/keagamaan. Kepala hewan yang disembelih (untuk korban mengikut kepercayaan Islam) diselaraskan dengan kiblat. Selepas meninggal dunia, seseorang Muslim dikebumikan dengan muka menghadap ke arah Kiblat. Semua empat mazhab iaitu Hanafi, Maliki, Syafie dan Hambali bersepakat bawa menghadap kiblat adalah syarat sah sholat. Disamping kaedah di atas, ada kaedah lain penentuan arah kiblat.

July 2, 2007

Astro-Event Juli 2007

Filed under: Aktifitas - Administrator @ 2:30 am

Beberapa Event Astronomi yg menarik kita amati di bulan Juli ini:

Sabtu, 7 Juli 2007
Earth at Aphelion @ 07:00 WIB
Saat bumi berada pada titik paling jauh terhadap matahari untuk tahun ini. Jaraknya kali ini sebesar 152.097.053 km. Peristiwa ini sekaligus memberikan jawaban atas pendapat umum yang mengatakan bahwa perubahan musim terjadi akibat perubahan jarak bumi ke matahari karena faktanya perubahan musim hanya disebabkan oleh posisi sumbu bumi terhadap matahari.

Jumat, 7 Juli 2007
Last Quarter Moon @ 19:54 WIB (Geosentris)
Malam ini bulan pada fase Kuartal Akhir, terbit pada tengah malam dan terlihat hanya separo untuk belahan sisi Timur. Merupakan saat terbaik untuk mengamati kawah-kawah di permukaannya. Gunakan binokuler 7x35 atau lebih untuk melihatnya. Teleskop merupakan pilihan terbaik untuk pengamatan. Saat matahari telah terbitpun bulan masih terlihat menggantung dilangit.

Selasa, 10 Juli 2007
Moon Perigee @ 04:39WIB (Geosentris)
Hari ini bulan pada posisi terdekat dengan bumi ( 368.533 km )

Rabu, 11 Juli 2007
Bulan - Pleiades @ 03:30 WIB
Pagi ini di Langit Timur bulan sabit tua berada bersebelahan dengan Gugus Pleiades atau sering disebut Seven Sisters (Jw: Kemukus) pada jarak hanya sekitar 1° di sebelah kiri-bawah. .

Sabtu, 14 Juli 2007
Venus Greatest Brilliant @ 18:00 WIB (Geosentris)
Sore ini di Langit Barat setelah matahari terbenam, planet venus akan berada pada kecerlangan maksimumnya pada magnitudo -4,47. Planet Venus sering disebut sebagai “bintang Kejora” seperti syair; … nampak sebuah lebih terang cahayanya… itulah bintangku… bintang Kejora yang indah selalu… Ya, memang indah menyaksikan “bintang” yang satu ini .. maka jangan lewatkan.

Sabtu, 14 Juli 2007
New Moon @ 19:05 WIB (Geosentris)
Bulan Baru kali ini merupakan akhir bulan Jumadil Akhir 1428 H sekaligus mengawali bulan Rajab 1428 H. Bulan baru kali ini mengawali lunasi ke 1046..

Minggu, 15 Juli 2007
Rukyatul Hilal - Rajab 1428 Hijriyah @ sunset (Club Event)
Sore ini merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Rajab 1428 Hijriyah. Seperti biasanya CASA akan menurunkan Tim Rukyat untuk mencoba memburu hilal bulan ini. Sore ini merupakan hari ke-2 pasca ijtimak sehingga ketinggian hilal saat sunset sebesar 10°3′ angka ketinggian di atas limit Danjon yang memungkinkan hilal dapat dilihat. Sementara pada hari ijtimak (14/07) ketinggian hilal masih minus (-2°31′) sehingga mustahil dilakukan rukyat.

Selasa, 17 Juli 2007
Moon - Saturn - Venus & Regulus Ocultation @ 18:00 WIB
Sore ini di Langit Barat terlihat bulan sabit muda yang masih berusia 3 hari berkumpul dengan planet Venus (yang paling terang) dan Saturnus di bawahnya serta bintang Regulus yang mengalami okultasi (tertutup bulan) yang baru akan tampak pada 18:33 WIB di bawah bulan.

Minggu, 22 Juli 2007
First Quarter Moon, 13:29 WIB (Geosentris)
Malam ini bulan pada fase Kuartal Awal, terlihat separo persis untuk belahan sisi Barat, dan merupakan saat terbaik untuk mengamati kawah-kawah di permukaannya. Gunakan binokuler 7x35 atau lebih untuk melihatnya. Teleskop merupakan pilihan terbaik untuk pengamatan detil kawah. Sebelum matahari terbenam bulan sudah terlihat menggantung di atas langit.

Sabtu, 28 Juli 2007
Southern Delta Aquarids Meteor Shower @ 21:00 WIB - 05:00 WIB
Southern Delta Aquarids (SDA) adalah meteor shower yang dapat diamati mulai pertengahan Juli hingga pertenghahan Agustus dan mencapai puncaknya pada 28/29 Juli. Asal muasal shower ini masih belum diketahui namun diduga berasal dari reruntuhan komet 96P/Machholz-2. Saat puncaknya shower ini dapat menghasilkan sampai 20 meteor tiap jam. Tahun ini kenampakan shower bakal terganggu oleh benderangnya cahaya bulan yang mendekati fase purnama. Tapi siapa tahu kita akan mendapatkan fireball yang jauh lebih terang dari sinar bulan itu. Saat terbaik untuk pengamatan adalah pagi menjelang Subuh saat bulan sudah terbenam sampai sebelum fajar tiba.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King