Pak AR guru Fisika

August 18, 2007

Hilal Sya’ban 1428 H

Filed under: Laporan - Administrator @ 12:29 pm

CASA (Club Astronomi Santri Assalaam) salah satu ekstra di PPMI Assalaam yang langsung saya bina, melakukan observasi Hilal Sya’ban 1428 H. CASA Putra di masjid lantai 2 sementara CASA Putri di lapangan kompleks barat. Bersyukur karena Hilal 2 Sya’ban ini saat maghrib setinggi 15 derajat. Awalnya, hanya terlihat oleh anak yang peka pandangannya. Cukup dengan mata telanjang, hilal saat itu tampak segaris-putih.

Maka begitu agak petang, semakin jelaslah penampakan Hilal kali ini. Sebuah pengalaman yang pertama bagi anak2 CASA melihat hilal tgl 2 bulan sya’ban kali ini.

Hilal 1 Sya’ban memang sulit terlihat bahkan mustahil, karena ketinggian di bawah limit Danjon. Dan rekan2 JAC di Parangkusumo sekalipun juga gagal melihatnya di awal Sya’ban ini.

Berdasarkan laporan kegiatan rukyatul hilal dari seluruh penjuru dunia yang dilaporkan oleh ICOP maupun MWC TIDAK ADA LAPORAN HILAL TERLIHAT pada Senin, 13 Agustus 2007. Dengan demikian bulan Rajab istikmal (30 hari) –> 1 Sya’ban jatuh pada hari Rabu, 15 Agustus 2007 (menurut hasil rukyat) Insya Allah.

1. Hilal Sya’ban ICOP.

2. Hilal Sya’ban Moonsighting.

Analisa :

29 Rajab –> 13 Agustus 2007 (Ijtimak : 06:02 WIB –> tinggi hilal : 4°11′ )
jika terlihat –> 1 Sya’ban –> 14 Agustus 2007
jika gagal –> 1 Sya’ban –> 15 Agustus 2007 (ISTIKMAL)
[ Laporan seluruh GAGAL ]

1 Sya’ban –> 15 Agustus 2007 (Hari Rukyat Sesungguhnya)
( ijtimak : 14 Agustus 2007 jam 19:44 WIB )
29 Sya’ban –> 12 September 2007 ( tinggi hilal : 7°32′ )
jika terlihat –> 1 Ramadhan –> 13 September 2007
jika gagal –> 1 Ramadhan –> 14 September 2007

Kalender resmi pemerintah :

29 Rajab –> 13 Agustus 2007 (Ijtimak : 06:02 WIB –> tinggi hilal : 4°11′ )
dinyatakan sudah “imkanurrukyat” –>

1 Sya’ban –> 14 Agustus 2007 (Hari Rukyat Resmi Pemerintah)

29 Sya’ban –> 11 September 2007 ( ijtimak : 19:44 WIB –> tinggi hilal : -2°58′ )
masih dibawah “imkanurrukyat” –> ISTIKMAL
1 Ramadhan –> 13 September 2007

Selanjutnya persiapan yang penting untuk kita lakukan di bulan Sya’ban ini di antaranya adalah pendalaman ilmu tentang ibadah diseputar Ramadhan, persiapan mental dan tekad, persiapan fisik dan kesehatan, serta persiapan ruhiyah dan spiritual dengan melakukan berbagai ibadah sunah. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam sebuah riwayat disebutkan,

وَلَمْ أَرَكَ تَصُوْمُ مِنْ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُوْرِ مَا تَصُوْمُ مِنْ شَعْبَان قَال: ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فيه الأَعْمَالُ إلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ وَأَنَا صَائِمٌ (رواه أحمد وأبو داود وابن حزيمة والنسائى )

Dari Usamah bin Zaid berkata, saya bertanya: “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban”. Rasul saw bersabda: ”Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa” (Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah)

"Allaahumma baariklanaa fi Sya’ban wa ballighnaa Ramadhana"

Ya Rabb, berkahi kami pada bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan, ..Amien3x.

August 5, 2007

Planet Venus

Filed under: Coretan Ilmu - Administrator @ 4:31 pm

Foto di atas adalah citra planet Venus pada tgl 2 Agustus jam 6 sore lebih 22 menit. Pemandangan ini tampak di sebelah barat 274° dari arah utara, dengan 29° dari horizon.

Kondisi medan observasi sedang cukup cerah di sekitar posisi Venus berada. Lokasi pengamatan di lapangan PPMI Assalaam, INDONESIA sebelah barat, pada koordinat Latitude: 7° 33.897′ S dan Longitude: 110° 46.495′ E.

Data Planet Venus pada 2 Agustus 2007 ini kurang lebih demikian:

Terbit pada jam 7:06:59 AM
Transit tepat di atas kepala kita jam 1:04:57 PM
Terbenam pada jam 7:02:53 PM
Nama konstelasi : Sextans
Azimuth: 277° 8.769′
Ketinggian dari horizon barat (Altitude): 9° 20.291′
Jejari Planet Venus: 6051 km
Tingkat kecerlangan: -4.30
Kecerlangan ini belum maksimal, sebab Venus masih mampu mencapai kecerlangan yang tampak dari Bumi sebesar: -7.08.

Data di atas adalah analisa komputer lewat software canggih StarryNight. Sementara gambar di bawah adalah kenyataan di alam yang saya coba buktikan dan saksikan, eh…ternyata hampir tak ada bedanya:

Gambar di bawah adalah Venus yang tampak di atas bulan sabit, posisi Venus dekat dengan bulan menjelang gerhana Venus oleh Bulan dilihat dari Sharjah:

Versi komputer, menjelang Gerhana Venus tampak dari PPMI Assalaam- Solo Indonesia sebagai berikut:

Gambar di bawah adalah Venus yang sedang mampir/transit di permukaan Matahari pada 8 Juni 2004. Tampak titik hitam adalah planet Venus:

Pada tgl 8 Juni 2004, selama seharian dari matahari terbit sampai terbenam, posisi planet Venus ini akan di tengah2 piringan matahari. Gambar di bawah dapat menjelaskan fenomena itu. Anda besar piringan planet Venus cukup menghalangi cahaya matahari ke bumi, maka peristiwa ini akan sama dengan fenomena GMT (Gerhana Matahari Total).

Gambar di bawah adalah perbandingan ukuran antara planet (kiri ke kanan): Mercurius, Venus, Bumi dan Mars:

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King