Hilal Sya’ban 1428 H
CASA (Club Astronomi Santri Assalaam) salah satu ekstra di PPMI Assalaam yang langsung saya bina, melakukan observasi Hilal Sya’ban 1428 H. CASA Putra di masjid lantai 2 sementara CASA Putri di lapangan kompleks barat. Bersyukur karena Hilal 2 Sya’ban ini saat maghrib setinggi 15 derajat. Awalnya, hanya terlihat oleh anak yang peka pandangannya. Cukup dengan mata telanjang, hilal saat itu tampak segaris-putih.
Maka begitu agak petang, semakin jelaslah penampakan Hilal kali ini. Sebuah pengalaman yang pertama bagi anak2 CASA melihat hilal tgl 2 bulan sya’ban kali ini.
|
Berdasarkan laporan kegiatan rukyatul hilal dari seluruh penjuru dunia yang dilaporkan oleh ICOP maupun MWC TIDAK ADA LAPORAN HILAL TERLIHAT pada Senin, 13 Agustus 2007. Dengan demikian bulan Rajab istikmal (30 hari) –> 1 Sya’ban jatuh pada hari Rabu, 15 Agustus 2007 (menurut hasil rukyat) Insya Allah.
2. Hilal Sya’ban Moonsighting.
Analisa :
29 Rajab –> 13 Agustus 2007 (Ijtimak : 06:02 WIB –> tinggi hilal : 4°11′ )
jika terlihat –> 1 Sya’ban –> 14 Agustus 2007
jika gagal –> 1 Sya’ban –> 15 Agustus 2007 (ISTIKMAL)
[ Laporan seluruh GAGAL ]
1 Sya’ban –> 15 Agustus 2007 (Hari Rukyat Sesungguhnya)
( ijtimak : 14 Agustus 2007 jam 19:44 WIB )
29 Sya’ban –> 12 September 2007 ( tinggi hilal : 7°32′ )
jika terlihat –> 1 Ramadhan –> 13 September 2007
jika gagal –> 1 Ramadhan –> 14 September 2007
Kalender resmi pemerintah :
29 Rajab –> 13 Agustus 2007 (Ijtimak : 06:02 WIB –> tinggi hilal : 4°11′ )
dinyatakan sudah “imkanurrukyat” –>
1 Sya’ban –> 14 Agustus 2007 (Hari Rukyat Resmi Pemerintah)
29 Sya’ban –> 11 September 2007 ( ijtimak : 19:44 WIB –> tinggi hilal : -2°58′ )
masih dibawah “imkanurrukyat” –> ISTIKMAL
1 Ramadhan –> 13 September 2007
Selanjutnya persiapan yang penting untuk kita lakukan di bulan Sya’ban ini di antaranya adalah pendalaman ilmu tentang ibadah diseputar Ramadhan, persiapan mental dan tekad, persiapan fisik dan kesehatan, serta persiapan ruhiyah dan spiritual dengan melakukan berbagai ibadah sunah. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam sebuah riwayat disebutkan,
وَلَمْ أَرَكَ تَصُوْمُ مِنْ شَهْرٍ مِنَ الشُّهُوْرِ مَا تَصُوْمُ مِنْ شَعْبَان قَال: ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبَ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فيه الأَعْمَالُ إلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ وَأَنَا صَائِمٌ (رواه أحمد وأبو داود وابن حزيمة والنسائى )
Dari Usamah bin Zaid berkata, saya bertanya: “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban”. Rasul saw bersabda: ”Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa” (Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah)
"Allaahumma baariklanaa fi Sya’ban wa ballighnaa Ramadhana"
Ya Rabb, berkahi kami pada bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan, ..Amien3x.
