Merekam Kilat
Saya mencoba menangkap kilat yang sedang menampakkan diri walau sangat singkat waktunya. Ide sederhana ini saya lakukan setelah Pak Toha MMC mengajak untuk mencoba menangkap objek astronomis menggunakan DSLR EOS series. Iseng sebelum menangkap planet, bintang ataupun galaksi, yang kebetulan agak sulit seiring cuaca yang kurang kondosif, maka justru ketika mendung dan berkali-kali muncul kilatan petir…saya coba untuk mengabadikannya. (Maaf Pak Toha belom sempat mainke Markas JAC).
Kilat yang bisa saya cepret…pendek2 tapi lumayan terlihat. Sebab melihat secara langsung pastilah mustahil kecuali sekedar cemerlangnya langit sejenak saat kilat menyambar.
![]() |
Kilat atau Petir atau Gludug atau Halilintar..? menurut yang saya ketahui sejak saya kecil, 1) kilat itu cahayanya, 2) petir itu suaranya, 3) gludug itu nama lain jowonya petir, dan 4) halilintar itu kalau suaranya menakutkan. Semoga kalau pemahaman saya ini kurang pas dapat dimaafkan.
Sebelum bicara kilat ataupun petir atau geledek dan halilintar, mari kita simak beberapa ayat Allah berikut ini:
QS.13. Ar-Ra’d:
12. Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.
QS.24. An-Nuur:
43. Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.
QS.30. Ar-Ruum:
24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.
![]() |
KILAT adalah sebuah discharge elektrostatik alam yang kuat terjadi pada saat “thunderstorm”. Pelepasan muatan listrik yang tiba-tiba dibarengi dengan pemancaran cahaya tampak dan bentuk radiasi elektromagnetik lainnya. Arus listrik yang melalui saluran dischrage dengan cepat memanaskan dan mengembangkan udara menjadi sebuah plasma, menciptakan gelombang shock akustrik (geledek) di atmosfer.
Pada awal penyelidikan listrik melalui tabung Leyden dan peralatan lainnya, sejumlah orang (Dr. Wall, Gray, Abbé Nollet) mengusulkan ’spark’ skala kecil memiliki beberapa kemiripan dengan kilat.
Benjamin Franklin, yang juga menemukan lightning rod, berusaha mengetes teori ini dengan menggunakan sebuah tiang yang didirikan di Philadelphia. Selagi dia menunggu penyelesaian tiang tesebut. beberapa orang lainnya (Dalibard dan De Lors) melakukan di Marly di Perancis apa yang kemudian dikenal sebagai eksperimen Philadelphia yang Franklin usulkan di bukunya.
Franklin biasanya mendapatkan kredit untuk menjadi yang pertama mengusulkan eksperimen ini, karena dia tertarik dalam cuaca. (Dia mencipatakan ilmu meteorologi.)
Meskipun eksperimen dari masa Franklin menunjukkan bahwa kilat adalah sebuah discharge dari listrik statik, hanya ada sedikit peningkatan dalam teori ini selama lebih dari 150 tahun. Pendorong untuk riset baru berasal dari bidang teknik tenaga: jalur transmisi tenaga digunakan dan teknisi ingin mengetahui lebih banyak tentang kilat. Meskipun sebabnya diperdebatkan (dan masih berlanjut sampai sekarang), riset menghasilkan banyak informasi baru tentang fenomena kilat, terutama jumlah arus dan energi yang terdapat.
![]() |
PETIR atau halilintar merupakan gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.
![]() |
Petir adalah gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, di mana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage).
Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.
Perlindungan terhadap Sambaran Petir
Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah bahaya sambaran petir. Ada beberapa metode untuk melindungi diri danlingkungan dari sambaran petir. Metode yang paling sederhana tapi sangat efektif adalah metode Sangkar Faraday. Yaitu dengan melindungi area yang hendak diamankan dengan melingkupinya memakai konduktor yang dihubungkan dengan pembumian.
Contoh penangkal petir adalah seperti gambar berikut:
![]() |
Alat proteksi penangkal petir ini bernama “Prevectron 2 - INDELEC” diimpor dari negara Perancis yang dapat digunakan dengan cara ditempatkan di atas berbagai macam bangunan seperti pemancar, gedung bertingkat, rumah tinggal, rumah sakit, mal/rukan/ruko, dan lainnya. Alat ini selanjutnya dihubungkan dengan kawat konduktor yang ditancapkan ke dalam bumi sebagai ground, atau tempat kembalinya sang petir. Jadi sama dengan kita2, kalau udah saatnya…yaa akan dikembalikan ke bumi juga.









