Pak AR guru Fisika

June 24, 2007

Merekam Kilat

Filed under: Artikel - Administrator @ 1:34 am

Saya mencoba menangkap kilat yang sedang menampakkan diri walau sangat singkat waktunya. Ide sederhana ini saya lakukan setelah Pak Toha MMC mengajak untuk mencoba menangkap objek astronomis menggunakan DSLR EOS series. Iseng sebelum menangkap planet, bintang ataupun galaksi, yang kebetulan agak sulit seiring cuaca yang kurang kondosif, maka justru ketika mendung dan berkali-kali muncul kilatan petir…saya coba untuk mengabadikannya. (Maaf Pak Toha belom sempat mainke Markas JAC).

Kilat yang bisa saya cepret…pendek2 tapi lumayan terlihat. Sebab melihat secara langsung pastilah mustahil kecuali sekedar cemerlangnya langit sejenak saat kilat menyambar.

Kilat atau Petir atau Gludug atau Halilintar..? menurut yang saya ketahui sejak saya kecil, 1) kilat itu cahayanya, 2) petir itu suaranya, 3) gludug itu nama lain jowonya petir, dan 4) halilintar itu kalau suaranya menakutkan. Semoga kalau pemahaman saya ini kurang pas dapat dimaafkan.

Sebelum bicara kilat ataupun petir atau geledek dan halilintar, mari kita simak beberapa ayat Allah berikut ini:

QS.13. Ar-Ra’d:
12. Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.

QS.24. An-Nuur:
43. Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.

QS.30. Ar-Ruum:
24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

KILAT adalah sebuah discharge elektrostatik alam yang kuat terjadi pada saat “thunderstorm”. Pelepasan muatan listrik yang tiba-tiba dibarengi dengan pemancaran cahaya tampak dan bentuk radiasi elektromagnetik lainnya. Arus listrik yang melalui saluran dischrage dengan cepat memanaskan dan mengembangkan udara menjadi sebuah plasma, menciptakan gelombang shock akustrik (geledek) di atmosfer.

Pada awal penyelidikan listrik melalui tabung Leyden dan peralatan lainnya, sejumlah orang (Dr. Wall, Gray, Abbé Nollet) mengusulkan ’spark’ skala kecil memiliki beberapa kemiripan dengan kilat.

Benjamin Franklin, yang juga menemukan lightning rod, berusaha mengetes teori ini dengan menggunakan sebuah tiang yang didirikan di Philadelphia. Selagi dia menunggu penyelesaian tiang tesebut. beberapa orang lainnya (Dalibard dan De Lors) melakukan di Marly di Perancis apa yang kemudian dikenal sebagai eksperimen Philadelphia yang Franklin usulkan di bukunya.

Franklin biasanya mendapatkan kredit untuk menjadi yang pertama mengusulkan eksperimen ini, karena dia tertarik dalam cuaca. (Dia mencipatakan ilmu meteorologi.)

Meskipun eksperimen dari masa Franklin menunjukkan bahwa kilat adalah sebuah discharge dari listrik statik, hanya ada sedikit peningkatan dalam teori ini selama lebih dari 150 tahun. Pendorong untuk riset baru berasal dari bidang teknik tenaga: jalur transmisi tenaga digunakan dan teknisi ingin mengetahui lebih banyak tentang kilat. Meskipun sebabnya diperdebatkan (dan masih berlanjut sampai sekarang), riset menghasilkan banyak informasi baru tentang fenomena kilat, terutama jumlah arus dan energi yang terdapat.

PETIR atau halilintar merupakan gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Petir adalah gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, di mana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage).

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Perlindungan terhadap Sambaran Petir
Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah bahaya sambaran petir. Ada beberapa metode untuk melindungi diri danlingkungan dari sambaran petir. Metode yang paling sederhana tapi sangat efektif adalah metode Sangkar Faraday. Yaitu dengan melindungi area yang hendak diamankan dengan melingkupinya memakai konduktor yang dihubungkan dengan pembumian.

Contoh penangkal petir adalah seperti gambar berikut:

Alat proteksi penangkal petir ini bernama “Prevectron 2 - INDELEC” diimpor dari negara Perancis yang dapat digunakan dengan cara ditempatkan di atas berbagai macam bangunan seperti pemancar, gedung bertingkat, rumah tinggal, rumah sakit, mal/rukan/ruko, dan lainnya. Alat ini selanjutnya dihubungkan dengan kawat konduktor yang ditancapkan ke dalam bumi sebagai ground, atau tempat kembalinya sang petir. Jadi sama dengan kita2, kalau udah saatnya…yaa akan dikembalikan ke bumi juga.

Download suara petir ~ 141 KB.

June 22, 2007

Titik balik matahari

Filed under: Artikel - Administrator @ 3:00 am

Titik balik di bulan Juni terjadi bila Hemisfer Utara Bumi miring ke arah matahari dan Hemisfer Selatan Bumi miring menjauhi matahari. Di Hemisfer Utara disebut Titik Balik Musim Panas. Titik Balik Juni biasanya pada 21 Juni.

Titik Balik Desember terjadi saat Hemisfer Selatan Bumi condong ke arah matahari dan Hemisfer Utara condong menjauhi matahari. Di Hemisfer Utara disebut Titik Balik Musim Panas. Titik Balik Desember biasa terjadi pada 21 Desember.

Karenan penyebab pastinya tak diketahui, pengaruhnya (hingga ada hari yang panjang maupun pendek) dikenal di banyak budaya kuno. Banyak budaya pra-Kristen, seperti kepercayaan Druid, Jermanik, dan Norman memperingati peristiwa-peristiwa sebagai hari besar.

Saat budaya-budaya seperti itu musnah, Kristen mengambil alih beberapa beberapa perayaan itu, yang kemudian dipakai untuk para santo mereka. Tanggal Natal dalam kepercayaan Katolik dan Kristen hanya 3 hari dari titik balik Desember.

Kini, banyak orang memperingati titik balik sebagai hari libur.

Sebuah cara menetapkan hari besar agaman yang asal²an. Mari kita lihatdari kacamata Al-Qur’an:

Allah SWT berfirman dalam :

1. QS. 78. An-Naba’ / ٧٨ النبأ ayat ke-6:

Artinya, " Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan ?,".

2. QS. 20. Thaahaa / ٢٠ طه ayat ke-53:

Artinya, " Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. "

Dari dua ayat ini kita memahami bahwa arti kata "mihaadaa" pada ayat ke-6 surat An-Nabaa dan kata "mahdan" pada ayat ke-53 surat Thooha, serupa dengan kata "mahdi&quot pada mahfudlot yang berbunyi begini: "Uthlubil Ilma minal Mahdi Ilaa ‘lLahdi." Artinya "Tuntulah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat".

Di kitab suci al-Qur’an cetakan manapun kita akan mendapatkan bahwa "Mihaadaa" adalah hamparan. Namun saya mengartikan "mihaadaa" adalah yaa seperti di mahfudlot tadi, yakni "buaian".

Apakah "BUAIAN" itu..?

Berdasar mahfudlot di atas, BUAIAN yang dimaksud adalah masa kanak-kanak atau masa bayi. Kita diwajibkan menuntut ilmu dari bayi/lahir sampai liang lahat atau sampai meninggal. Belajar seumur hidup. Long Live Education….

Jadi kata "MIHAADAA" berarti "BUAIAN" atau "AYUNAN".

Gambar di bawah memperlihatkan proses ayunan atau buaian adalah gerak bolaki-balik melalui titik setimbang.

Lalu BUAIAN yang seperti apa..? Bumi yang membuai…atau dibuai…maksudnya bagaimana?

Bumi sebenarnya telah lama semenjak diciptakan oleh Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam Semesta ini juga telah dibuai. Bukankah bumi kita ini yang setiap hari bergerak sangat cepat sekitar 1600 km/jam juga bergerak ke kiri dan ke kanan? Gerakan inilah yang mengakibatkan posisi matahari terbit dan tenggelam kita lihat bergeser ke utara dan ke selatan setiap tahunnya.

Gambar di bawah menjelaskan posisi bumi yang terbuai.

Jadi firman Allah dalam QS. 78:6-" Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai HAMPARAN ?," mestinya bisa kita pahami sebagai " Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai BUAIAN ?,".  Begitu juga QS.20:53. Serta surah lainnya yang mengandung kata² "mahada" atau derifatnya.

Pergeseran matahari seperti ini, merupakan akibat bumi berevolusi mengelilingi matahari dan sumbu rotasinya membentuk sudut 47° terhadap bidang ekliptika dengan kemiringan tetap. Akibat revolusi bumi antara lain, pada setiap tanggal 21 Juni, matahari akan berada di garis balik utara yakni lintang 23.5° utara khatulistiwa.

Matahari sepanjang tahun mengalami pergeseran ke utara dan ke selatan, yakni pada:

1. tanggal 21 Maret, tepat beredar di khatulistiwa. Matahari terbit dan terbenam tepat di titik timur dan barat.

2. tanggal 21 Juni, tepat berada di lintang 23.5° LU.

3. tanggal 23 September, tepat berada di khatulistiwa lagi, matahari terbit dan terbenam tepat di titik timur dan barat.

4. tanggal 22 Desember, tepat berada di lintas 23.5° LS.

Dalam QS. (51) Adz-Dzariyaat / ٥١ الذاريات ayat ke - 48 Allah SWT berfirman yang artinya: "Dan bumi itu Kami beri dian medan (gravitasi), maka sebaik-baik yang menggoyang (buai/ayun)kan (adalah Kami)."

Wa Allahu a’lamu…[pakar].

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King